Muay Thai Indonesia – Siapa bilang Muay Thai lightweight tak punya raja mutlak? Regian “The Immortal” Eersel, Lightweight Muay Thai World Champion ONE Championship saat ini, telah membuktikan sebaliknya! Dengan rekor tak terkalahkan panjang di divisi ini, petarung Suriname-Belanda berusia 33 tahun ini bukan cuma juara—dia legenda hidup yang mendefinisikan “immortal” di ring.
Sejak rebut gelar inaugural ONE Lightweight Muay Thai pada Oktober 2022, Eersel sudah sukses 3 kali title defense (termasuk KO ronde 1 brutal lawan George Jarvis di ONE Fight Night 34 Agustus 2025). Dia juga pernah champ-champ (Muay Thai + Kickboxing), pegang rekor paling banyak title defense di dua disiplin. Kisah dari stagnasi karir ke puncak dunia—ini yang bikin fans ONE tak bisa berhenti bicara tentangnya!
Karir Awal & Masuk ONE Championship
Lahir 16 Desember 1992, Regian Eersel wakili Sityodtong Amsterdam—gym legendaris Muay Thai & kickboxing. Sebelum ONE, dia sudah punya rekor pro impresif (58-4 overall di Muay Thai/kickboxing rules).
Debut ONE pada 2018 langsung bikin gebrakan:
- Rebut inaugural ONE Lightweight Kickboxing World Title lawan Nieky Holzken (2019) via unanimous decision.
- Dominasi divisi kickboxing dengan multiple defenses.
- 2022: Pindah ke Muay Thai, rebut inaugural ONE Lightweight Muay Thai World Title vs Sinsamut Klinmee via split decision di ONE on Prime Video 3—jadi two-sport champ!
Hanya satu kekalahan di ONE (vs Alexis Nicolas di kickboxing), tapi langsung balas dendam rebut kembali sabuknya. Total di ONE: 13-1 (dominan di Muay Thai & kickboxing).
Prestasi Utama di Muay Thai ONE Championship
Sebagai Lightweight Muay Thai Champion saat ini, Eersel pegang rekor:
- Inaugural champ (Oktober 2022 vs Sinsamut Klinmee).
- 3 successful title defenses (rekor solid di divisi).
- KO spektakuler ronde 1 vs George Jarvis (ONE Fight Night 34, 2025)—tunjukkan power & finishing ability.
- Hanya atlet yang defend belt di dua olahraga (Muay Thai & Kickboxing) multiple times di ONE.
- Finish rate tinggi: Banyak kemenangan via KO/TKO atau decision dominan.
Rekor keseluruhan pro: 64-5 (Muay Thai & kickboxing rules). Dia juga dapat performance bonus $50,000 setelah KO Jarvis!
Apa yang Bikin Regian Eersel Begitu Dominan?
- Teknik sempurna dari Sityodtong: Elbow tajam, knee mematikan, clinch kuat, dan striking akurat.
- Kondisi fisik monster: Bisa tekan sepanjang 5 ronde tanpa lelah.
- Mental baja: Dari hampir menyerah karir (dark moment di masa lalu) jadi fueled by fatherhood & disiplin sekarang.
- Adaptasi dua disiplin: Switch antara kickboxing & Muay Thai tanpa kehilangan edge—jarang ada yang bisa!
Fans bilang: “Eersel bukan cuma fighter, dia GOAT lightweight striker planet ini!”
Kesimpulan
Regian Eersel bukan sekadar Lightweight Muay Thai Champion ONE Championship—dia ikon yang ubah sejarah divisi. Dengan karir legendaris, multiple title defenses, dan KO brutal terbaru, “The Immortal” terus buktikan kenapa dia tak tergantikan. Siapa yang berani tantang raja ini selanjutnya? Nabil Anane? Atau challenger baru?
Kamu fans Eersel? Prediksi lawan berikutnya? Tulis di komentar sekarang! Share artikel ini ke teman pecinta Muay Thai, dan pantau update karir Regian Eersel serta fight card ONE terbaru di website kami. Jangan lewatkan—era Immortal masih berlanjut! 🇸🇷🥊🔥