Muay Thai Indonesia – Rematch Dwi Sukarno vs Aldo Nias malam ini, Sabtu 7 Februari 2026, di W Superclub Gatsu, Jakarta, jadi salah satu laga paling emosional sepanjang Holywings Super Series 7 Redemption! Selain itu, duel Muay Thai profesional kelas super lightweight ini bukan pertarungan biasa – ini ajang balas dendam penuh api setelah Dwi Sukarno kalah di pertemuan pertama mereka. Tak hanya itu, kedua petarung lolos weigh-in kemarin dengan mulus dan tampil fit maksimal – fans sudah ramai prediksi: pertarungan ini bakal keras, penuh pukulan telak, dan berpotensi KO tinggi! Karena itu, mari kita kupas sejarah dendam, gaya bertarung, dan mengapa laga ini bisa jadi highlight utama malam redemption.
Kekalahan Dwi Sukarno Jadi Motivasi Balas Dendam
Dwi Sukarno (dikenal sebagai Dwi Superboy) pernah kalah dari Aldo Nias di pertemuan pertama – kekalahan itu masih membekas dan jadi bahan bakar motivasi terbesar malam ini. Selain itu, Dwi petarung Muay Thai profesional Indonesia dengan rekam jejak kuat di berbagai event lokal dan nasional – ia terkenal dengan striking akurat, low kick mematikan, serta ketahanan fisik luar biasa. Di sisi lain, kekalahan itu membuatnya semakin haus kemenangan. Di press conference terakhir kemarin, Dwi tegas menyatakan: “Ini bukan cuma pertarungan, ini soal balas dendam dan buktikan siapa yang lebih baik sekarang.”
Aldo Nias (sering disebut Aldonias) datang dengan status pemenang sebelumnya dan mental tinggi. Ia petarung agresif yang mengandalkan power punch, clinch kuat, serta tendangan tinggi mematikan. Karena itu, Aldo tidak ingin kehilangan momentum – ia berjanji mempertahankan dominasi dan membuktikan kemenangan pertama bukan kebetulan. Stare-down di press conference kemarin menunjukkan tension luar biasa: keduanya saling tatap tajam, gunakan gesture provokatif, dan aura dendam terasa sangat kuat – fans langsung ramai di TikTok & Instagram: “Dwi bakal balas dendam!” vs “Aldo akan ulangi kemenangan!”
Pertarungan Keras & Berpotensi KO
Fans dan analis sepakat: pertarungan ini bakal keras! Pertama, rules Muay Thai (pukulan, tendangan, lutut, siku) memberi ruang untuk aksi brutal – low kick & body shot Dwi bertemu power punch & clinch Aldo bisa jadi penentu utama. Kedua, potensi KO tinggi muncul di ronde awal: jika Dwi mengendalikan jarak dan mengakumulasi pukulan, ia bisa balikkan keadaan; tapi jika Aldo berhasil masuk clinch atau mendaratkan tendangan tinggi, laga bisa berakhir KO ronde 2-3. Ketiga, keduanya fit maksimal setelah weigh-in lolos kemarin – tidak ada alasan fisik, ini murni skill melawan skill dan mental melawan mental!
Lebih lanjut, laga ini menjadi bagian dari card super panas HSS7 Redemption: main event Paris Pernandes vs Rudy Goldenboy (rematch redemption), co-main KKajhe vs Brian Lawitan, Yahya Garcia vs KK Ungke, dan masih banyak lagi. Karena itu, malam ini bukan hanya soal satu duel – ini malam penuh gengsi, dendam, dan aksi Muay Thai kelas atas!
PPV Rp49.000 di Vidio
Event live eksklusif di Vidio mulai sore ini (7 Februari 2026) hanya Rp49.000 – termasuk semua laga panas. Selain itu, pantau @holywingssportshow, @parispernandes_, atau YouTube Paris Pernandes untuk live stream dan update real-time.
Malam ini Dwi Sukarno vs Aldo Nias menjadi ajang balas dendam sejati – siapkah kamu saksikan?
Apa prediksi kamu: Dwi Sukarno berhasil balas dendam atau Aldo Nias perpanjang dominasi? Tulis di kolom komentar, share ke grup tinju Indonesia, dan stay tuned hasil fight night di sini!