Muay Thai Indonesia – Pertarungan impian para penggemar MMA Indonesia akhirnya terealisasi! Pada 1 Februari 2026, Aziz Calim akan mempertahankan gelar Featherweight Title melawan Eko Roni Saputra di Prime Kumite Championship 3 yang digelar di GOR Soemantri Brodjonegoro. Oleh karena itu, duel ini bukan sekadar laga biasa—ini bentrokan antara superstar muda penuh kecepatan melawan legenda berpengalaman dengan grappling maut. Selanjutnya, mari kita bahas profil keduanya, kelebihan masing-masing fighter, serta prediksi juara yang bikin deg-degan. Siapkah Anda memilih jagoan sebelum bell berbunyi?
Profil Aziz Calim: The Krauser yang Siap Counter Ganas
Pertama-tama, mari kita kenali Aziz “The Krauser” Calim lebih dekat. Lahir 10 Oktober 1997, fighter berusia 28 tahun ini memiliki tinggi 5’7″ (169 cm) dan record pro 6-5-0. Dengan latar belakang Shotokan Karate (juara internasional berkali-kali) serta pengalaman di ONE Championship, Aziz dikenal sebagai striker presisi yang mematikan. Tak hanya itu, dia baru saja merebut gelar featherweight di event sebelumnya, sehingga momentumnya sedang naik daun.
- Kelebihan Utama: Striking power tinggi dari karate, kecepatan luar biasa, kemampuan jaga jarak sempurna—ideal untuk counter attack saat lawan mendekat.
- Kelemahan Potensial: Pertahanan ground game masih rentan, karena sebagian besar kemenangannya bergantung pada KO/TKO atau decision striking.
Dengan usia muda dan stamina prima, Aziz berpotensi mendominasi jika pertarungan tetap berdiri. Namun, apakah dia bisa menahan takedown legendaris lawannya?
Profil Eko Roni Saputra: Legenda Wrestling yang Explosive
Beralih ke sisi lain ring, Eko Roni Saputra adalah ikon MMA Indonesia yang tak asing lagi. Lahir 2 Mei 1991 (usia 34 tahun), tinggi 5’4″ (163 cm) dengan reach 67″, record pro 7-5-0. Sebagai multiple-time Indonesian National Wrestling Champion dan veteran ONE Championship (train di Evolve MMA), Eko punya pengalaman puluhan tahun di bela diri. Mulai dari boxing sejak usia 5 tahun hingga switch ke wrestling, dia dikenal dengan explosive takedown dan submission specialist.
- Kelebihan Utama: Grappling elite, submission rate tinggi (5 dari 7 win via sub), kekuatan eksplosif untuk ground control—bisa ubah pertarungan jadi medan favoritnya dalam sekejap.
- Kelemahan Potensial: Rentan terhadap KO/TKO (4 dari 5 loss via stoppage), striking kurang tajam dibanding striker murni, serta faktor usia bisa pengaruhi daya tahan di ronde panjang.
Oleh sebab itu, Eko sering mengandalkan pengalaman untuk membalikkan keadaan—jika dia berhasil bawa fight ke tanah, Aziz akan kesulitan besar.
(Sisipkan gambar di sini: Foto face-off atau promo fight Aziz vs Eko – alt text: “Aziz Calim vs Eko Roni Saputra Prime Kumite Championship 3 Face-Off”)
Striking vs Grappling yang Epik
Selanjutnya, mari kita lihat head-to-head secara langsung. Duel ini menjadi sangat menarik karena gaya bertarung yang kontras total. Berikut table perbandingan cepat untuk memudahkan Anda analisis:
| Aspek | Aziz Calim (“The Krauser”) | Eko Roni Saputra |
|---|---|---|
| Usia / Tinggi | 28 tahun / 5’7″ | 34 tahun / 5’4″ |
| Record Pro | 6-5-0 | 7-5-0 |
| Finish Rate | 50% (striking & decision) | 71% submission |
| Kelebihan Utama | Striking karate, speed, counter | Grappling wrestling, takedown explosive, submission |
| Kelemahan | Ground defense rentan | Striking kurang tajam, stamina usia |
| Pengalaman | ONE Vet, karate champ | Wrestling nasional, SEA Games medal |
Siapa yang Akan Angkat Sabuk?
Akhirnya, saatnya prediksi! Menurut analisis kami, Aziz Calim berpeluang menang via decision atau KO/TKO di ronde 3 (odds sekitar 55-45). Alasannya? Kecepatan dan striking power Aziz bisa netralisir takedown Eko di early round, sementara usia muda memberi keunggulan stamina. Namun, jangan remehkan Eko—jika dia sukses satu kali takedown, submission bisa datang tiba-tiba seperti di masa ONE Championship-nya.
Secara keseluruhan, ini pertarungan 50-50 yang penuh kejutan. MMA selalu tak terduga—siapa pun juaranya, Indonesia pasti bangga!
Kesimpulan
Singkatnya, Aziz Calim vs Eko Roni di Prime Kumite Championship 3 pada 1 Februari 2026 akan jadi salah satu laga paling ditunggu di MMA Indonesia tahun ini. Dengan kelebihan striking vs grappling yang kontras, plus pengalaman vs momentum muda, duel ini janjikan aksi brutal! Jangan lewatkan event di GOR Soemantri Brodjonegoro. Share prediksi Anda di kolom komentar: Aziz atau Eko yang juara? Pantau update di Instagram @azizcalims & @ekoroni162, serta baca artikel terkait kami tentang “Event MMA Terpanas 2026” untuk lebih banyak insight. Gaspol, Indonesia! 🔥