Muay Thai Indonesia – Ariake Arena di Tokyo bergemuruh hebat pada 16 November 2025 malam hari. ONE 173 langsung membuka pesta bela diri yang memukau ribuan penonton. Superbon, petarung Thailand yang legendaris, segera merebut kembali gelar undisputed featherweight kickboxing. Ia mengalahkan Masaaki Noiri, tuan rumah yang tangguh, lewat keputusan bulat. Namun, kemenangan ini tak berjalan mulus. Kontroversi clinch langsung meledak dan memicu debat sengit di kalangan fans. Sementara itu, momen epik lain terus bermunculan. Misalnya, TKO brutal Takeru Segawa yang membuat arena meledak. Karena itu, mari kita ulas hasil lengkap dan sorotan yang bikin adrenalin melonjak tinggi!
Superbon vs Noiri: Pertarungan Sengit yang Berujung Klinch Berlebih
Superbon melangkah masuk dengan percaya diri penuh. Noiri, sebagai interim champion, langsung menyerbu dengan jab-hook cepat sejak bel berbunyi. Superbon pun tak tinggal diam. Ia balas dengan leg kick ganas yang membuat kaki Noiri memerah. Ronde pertama berlalu cepat, dan Superbon mendominasi jarak jauh. Kemudian, transisi ke ronde kedua membawa kejutan besar. Noiri meledak dengan combo uppercut yang hampir menjatuhkan lawan. Akan tetapi, di sinilah masalah muncul. Superbon mulai mengandalkan clinch berulang kali. Taktik Muay Thai ini sebenarnya dilarang di kickboxing murni. Referee Olivier Coste justru membiarkannya tanpa peringatan. Akibatnya, fans Jepang langsung protes keras. “Ini bukan aturan kickboxing!” seru mereka. Meski begitu, Superbon terus mengunci Noiri di dinding kandang. Hal ini menghambat momentum sang tuan rumah.
Selanjutnya, ronde ketiga tiba dengan intensitas lebih tinggi. Noiri bangkit ganas seperti phoenix. Ia lepaskan knee strike yang nyaris KO Superbon. Namun, Superbon bertahan menggunakan clinch lagi. Ia selamat hingga bel akhir berbunyi. Hakim kemudian memutuskan unanimous decision untuk Superbon (29-28 x3). Dengan demikian, gelar pun tersatukan. Momen paling epik terjadi saat Noiri hampir comeback. Uppercutnya mengguncang Superbon hingga lutut gemetar. Sayangnya, kontroversi clinch mencuri perhatian utama. Banyak analis menilai referee terlalu longgar. Setelah itu, Superbon berteriak kegembiraan di podium. Di sisi lain, bisik-bisik kekecewaan fans Tokyo menambah drama. Apakah rivalitas ini berakhir di sini? Kita tunggu saja kelanjutannya!
TKO Takeru yang Bikin Bulu Kuduk Merinding
ONE 173 tak berhenti di main event. Sebaliknya, co-main event langsung menyusul dengan aksi brutal. Yuya Wakamatsu, misalnya, hancurkan Joshua Pacio via TKO kilat di ronde kedua (0:54). Wakamatsu jebak lawan dengan takedown licik. Lalu, ia lanjutkan ground-and-pound ganas hingga referee menghentikan. Hasilnya, gelar flyweight MMA berpindah tangan. Fans Filipina pun terdiam seketika.
Berikutnya, fokus beralih ke Takeru Segawa vs Denis Puric di flyweight kickboxing. Ini balas dendam murni. Takeru, yang pernah kalah, langsung balas dengan TKO mematikan di ronde kedua (2:49). Ia hujani low kick rendah yang merusak kaki Puric. Kemudian, hook kanan telak membuat lawan ambruk. Arena langsung meledak sorak. Takeru berlutut dan tunjuk langit—momen emosional yang tak terlupakan. Transisi dari dendam ke dominasi ini benar-benar epik!
Tak ketinggalan, Yuki Yoza kalahkan Superlek via unanimous decision di bantamweight kickboxing. Yoza serap tendangan legendary Superlek. Lalu, ia counter dengan jab presisi. Dengan begitu, generasi baru membuktikan diri siap guncang tahta.
Hasil Lengkap ONE 173: Dari KO Cepat hingga Keputusan Ketat
Untuk melengkapi euforia, berikut ringkasan semua laga. Setiap pertarungan saling terkait dan bangun narasi epik:
- Atomweight Muay Thai: Nadaka menang unanimous decision atas Numsurin. Ia kontrol clinch klasik ronde demi ronde.
- Lightweight MMA: Christian Lee TKO Alibeg Rasulov (R2, 2:32). Elbow tajam dari mount jadi penutup brutal.
- Featherweight Kickboxing: Marat Grigorian unanimous decision vs Rukiya Anpo. Volume pukulan tinggi dominasi total.
- Featherweight Kickboxing: Nabil Anane unanimous decision atas Hiromi Wajima. Clinch unggul meski lawan gigih.
- Atomweight Kickboxing: Kana Morimoto unanimous decision vs Stamp Fairtex. Strategi jarak jauh balas dendam lama.
- Lightweight MMA: Tye Ruotolo submission (RNC, R1, 2:26) atas Shozo Isojima. Grappling wizard tap out cepat.
- Middleweight Grappling: Rafael Lovato Jr. unanimous decision vs Giancarlo Bodoni. Duel ground teknis tanpa henti.
- Bantamweight Muay Thai: Suakim TKO Jake Peacock (R3, 0:26). Knee body eksplosif hancurkan lawan.
- Heavyweight MMA: Shamil Erdogan TKO Ryugo Takeuchi (R1, 2:20). Ground strikes ganas finis cepat.
- Lightweight MMA: Hiroyuki Tetsuka TKO Shinya Aoki (R2, 0:28). Wrestling upset legenda.
- Atomweight MMA: Chihiro Sawada unanimous decision vs Itsuki Hirata. Striking unggul meski lawan tegar.
- Bantamweight Kickboxing: Hiroki Akimoto unanimous decision atas Wei Rui. Performanya solid comeback.
Dari TKO kilat hingga keputusan sengit, setiap laga menghubungkan masa lalu dan masa depan ONE.
Kenapa ONE 173 Malam Legendaris yang Wajib Diingat?
ONE 173 bukan event biasa. Sebaliknya, ia jadi pernyataan kuat bela diri modern. Superbon buktikan ketangguhan meski kontroversi. Sementara rising star seperti Takeru dan Yoza nyalakan obor baru. Tokyo jadi saksi hidup. Malam ini tinggalkan warisan: ketahanan, drama, dan momen degup jantung. Fans, apa sorotan favoritmu? Bagikan di komentar sekarang. Pantau ONE Championship untuk event lebih gila selanjutnya!