Muay Thai Indonesia – Yassine Boughanem menghantam dunia Muay Thai seperti peluru tajam – tak kenal ampun, tak tergoyahkan. Lahir di Brussels, Belgia, pada 24 Januari 1994 dari keluarga Maroko, pria berjuluk “The Sniper” ini lahir untuk ring. Dengan rekor mencengangkan 136 kemenangan (89 via KO) dari 169 laga, ia kuasai kelas super heavyweight. Namun, perjalanan ini tak instan. Dari debut profesional 2011 hingga gelar WKN World Super Heavyweight yang ia pegang kini di 2025, Yassine bangun kerajaan prestasi di Thailand. Tapi, angin baru bertiup: ia kini coba MMA, tambah bumbu pada legenda hidupnya. Mari kita susuri dari nol hingga puncaknya sekarang, di mana ia baru saja submit lawan di FAF 2 Februari lalu.
Dari Brussels ke Pattaya, Langkah Pertama yang Penuh Darah
Yassine Boughanem memulai petualangannya di Muay Thai sejak usia 17, terinspirasi saudaranya Youssef – juara legendaris dengan 191 kemenangan. Di Belgia, ia latihan silat dan tinju, tapi hasratnya tertuju ke seni bela diri Thailand. Debut profesionalnya pada 2011 langsung berbuah manis: kemenangan demi kemenangan di turnamen Eropa. Namun, Yassine tak puas. Ia nekat pindah ke Thailand pada 2014, bergabung Team Boughanem Petchsaman di Pattaya.
Di tanah Muay Thai, realitas menyambut keras. Ia bertarung di stadion ikonik seperti Rajadamnern dan Lumpinee, hadapi petarung lokal ganas seperti Panom TopkingBoxing dan Kongjak Sor Tuantong. Yassine kalahkan mereka satu per satu dengan tendangan rendah mematikan dan pukulan hook yang brutal. “Thailand ajari saya bertahan,” ujarnya suatu kali. Transisi ini ubah segalanya – dari pemula Eropa jadi ancaman Asia Tenggara. Lalu, tahun 2016 tiba, dan Yassine meledak.
Gelar Dunia yang Diraih dengan KO Dahsyat
Tahun 2016 jadi titik ledakan Yassine Boughanem. Ia juarai Super Muaythai Heavyweight Tournament: hajar Liam John McKendry via TKO ronde pertama di semifinal, lalu KO Steven Banks di final. Penonton terpukau! Langkah selanjutnya? Gelar WBC Muaythai World Super Heavyweight pada 2018. Di Phoenix 5, Rajadamnern Stadium, Yassine kalahkan Banks lagi via unanimous decision – pertahanan gelar pun menyusul.
Ia pertahankan sabuk WBC tiga kali: hantam James McSweeney di Phoenix 8, Jurjendal di Phoenix 10, dan Sofian Laidouni via KO ronde satu di 2019 (meski no contest oleh federasi Belgia). Tak berhenti di situ, Yassine rebut WPMF World Heavyweight Championship dengan dua pertahanan sukses. Puncaknya? 2019, ia sabet WKN World Super Heavyweight vs Bruno Susano – TKO karena luka potong. Di PSM Fight Night yang sama, ia TKO Mohand Bouzidi di semi dan KO Laidouni di final. Prestasi ini buatnya ikon: juara beringas yang tak kenal lelah. Tapi, tantangan baru menanti.
Dari Muay Thai ke MMA, Comeback yang Menggigit
Tak ada legenda tanpa rintangan, dan Yassine Boughanem rasakan itu. Pasca-2019, ia hiatus singkat untuk pulihkan cedera, tapi kembali dengan gebrakan. Pada 2022, ia debut MMA di Ares 3 – kalah via TKO retirement lawan Jacky Jeanne. Pengalaman pahit ini malah perkuat mentalnya. “Muay Thai ajari saya pukul, MMA ajari saya bertahan,” katanya.
Lalu, 2024 bawa angin segar. Yassine turun ke middleweight (85 kg) untuk tantangan baru, raih kemenangan MMA vs Ibrahima Wade di Warriors Night September lalu. Puncaknya? Februari 2025, di FAF 2 In Octogon, ia submit Fabrice Toure via rear-naked choke ronde dua – kemenangan pertama MMA-nya yang bikin heboh. Juni 2025, ia kembali ke Muay Thai, hajar Steven Banks lagi di duel Morocco vs USA, perkuat status juara WKN. Kini, di Oktober 2025, Yassine siapkan comeback besar di Pattaya. Transisi ke MMA ini tak hanya tambah rekor 1-1, tapi juga inspirasi: usia 31 tahun, ia masih haus gelar.
Prospek yang Siap Kuasai Dua Dunia
Kini, Yassine Boughanem bukan sekadar juara – ia inspirasi global. Dengan saudaranya buka Boughanem Gym di Thailand awal 2025, ia jadi mentor bagi talenta muda. Gaya bertarungnya yang presisi, ditambah 89 KO, buat promotor berebut. Prediksi? Ia tantang juara ONE Championship atau pertahankan WKN di event besar akhir 2025.
Apa selanjutnya? Mungkin gelar MMA atau tur dunia Muay Thai. Yang pasti, Yassine terus berlatih, beradaptasi, dan menghancurkan. Dari awal karir di Brussels hingga dominasi 2025, ia buktikan ketekunan menang. Ikuti update di Instagram @team_boughanem – Sniper ini akan tembak lagi!